PENGALAMAN BIASA
February 21st, 2008 by djok
Menyesal,
sudah sangat lama sekali aku mengenal kata itu. Teringat saat-saat aku
berusia 7 tahun dan aku sudah duduk di kelas 3 SD, Telah berapa banyak
aku melakukan tindakan yang membuat orang disekitar jengkel atau
menggerutu dengan bahasa kasar ‘khas palembang’ walau bukan suatu hal
luar biasa untuk dipertontonkan dalam kalimat-kalimat klasik. Dari situ
saya mulai mengenal kata-kata ‘menyesal’ hingga hari ini saya hanya
mengenalnya lewat kata saja, tidak pernah ku coba untuk mendalami lagi
apa arti dari kata menyesal. Alasannya sangatlah gampang ku buat, aku
hanya tidak ingin memperdalam luka yang sudah koyak. Menyesal adalah
suatu ilmu bagi kita untuk mengungkapkan atas apa yang sudah lewat, ini
hanya dalam pengertianku saja karena aku tidak mengenal menyesal secara
akrab, sehingga siapapun orang atau lawan akan sesegera mungkin
menampakan rasa kasihan bahkan iba terhadap yang siapa berucap, hal itu
yang membuat aku jijik.
Seringkali aku terbuai akan frame itu,
sehingga tidak ada lah dalam perjalanan hidup ku ini menginginkan untuk
mengulang apa yang sudah lewat. Aku rasa hanya percuma saja soalnya
yang lewat itu sudah hilang, yang besok itu pasti akan terus datang
membrondong secara beruntun. Tak ada yang spesial, luar biasa, apalagi
sampai merasa amat sangat menggembirakan selama dalam perjalanan hidup
ku ini semuanya berlalu biasa saja tak ada kenangan, bukan berarti aku
tak pernah berkumpul dengan teman-teman lama.
Beberapa waktu
kemarin sempat saya bertemu dengan teman lama, di blokM tepatnya, dua
orang pria dan satu orang wanita. Kelihatan mereka sangat riuh
membicarakan masa-masa SMU dulu, tapi aku hanya diam. Aku pun tak luput
dari pembicaraan mereka, artinya aku ada kenangan yang dianggap waw
bagi mereka, kan? Tapi aku, tak bisa mengungkapkan apa-apa tentang
mereka, karena semua kuanggap biasa saja, bukan berarti aku tak bisa
mengingat apa yang telah mereka perbuat dulu, ingatku masih jernih.
Tak
pernah berharap jadi yang spesial, karena tak bisa memberikan sesuatu
yang spesial itu lah aku. Tak pernah menjadi yang spesial, karena aku
tidak pernah bisa menjadikan yang lain spesial bagi ku, itu lah aku.
Tak pernah mau mengukir kisah yang spesial, apalagi mau mendongengkan
kisah yang spesial, itu lah aku. Tidak ada pengalaman yang spesial
dalam hidup, mulai dari sekolah SD,SLTP,SMU,DIPLOMA, kerja pun telah ku
lalui di tiga tempat yang cukup lumayan dikenal orang, pertama di
Dompet Sosial Insan Mulia sebagai tenaga disain cetak saja, yang kedua
di Tabloid Wanita MonicA Palembang aku dijadikan Koordinator Artistik
waktu itu, pernah sempat join di Harian Umum Sumatera Ekspress tapi
hanya berlalu satu minggu saja, dan yang terakhir ini berada di Koran
Seputar Indonesia, yang katanya koran Nomor DUA di Indonesia yang aku
jalani sekarang aku berada disitu, ditambah lagi aku mendapat tugas
baru yang lain dari tugas kawan-kawan lain, hanya saja kedepan aku tak
tau akan berpindah kemana lagi. Yah….. tidak ada yang spesial sama
sekali kan? Semua mengalir apa adanya, menatap lurus kedepan hanya
cukup tengok kiri kanan saja, terus yang di belakang? Itu sudah lewat.
Maka jelaslah sudah Aku lah orang yang tidak pernah merasakan spesial
itu, Tapi aku tidak menyesal……….
KESABARAN
saat semua dipaksa harus BERSABAR
berarti sudah terjadi KETIDAKADILAN disana
saat semua diharuskan tetap BERSABAR
berarti sudah ada peristiwa KEANEHAN disana
saat semua diingatkan untuk BERSABAR
berarti sudah ada tindak KESEWENANGAN disana
saat semua diajarkan berlaku BERSABAR
berarti sudah ada usaha PENINDASAN disana
saat semua sudah mencoba untuk BERSABAR
berarti PERGERAKAN akan segera dimulai
patahkan lehermu ke KIRI
SABAR adalah awal dari PEMBERONTAKAN
(06 februari 2008)







