PENGALAMAN BIASA

February 21st, 2008 by djok


Menyesal,
sudah sangat lama sekali aku mengenal kata itu. Teringat saat-saat aku
berusia 7 tahun dan aku sudah duduk di kelas 3 SD, Telah berapa banyak
aku melakukan tindakan yang membuat orang disekitar jengkel atau
menggerutu dengan bahasa kasar ‘khas palembang’ walau bukan suatu hal
luar biasa untuk dipertontonkan dalam kalimat-kalimat klasik. Dari situ
saya mulai mengenal kata-kata ‘menyesal’ hingga hari ini saya hanya
mengenalnya lewat kata saja, tidak pernah ku coba untuk mendalami lagi
apa arti dari kata menyesal. Alasannya sangatlah gampang ku buat, aku
hanya tidak ingin memperdalam luka yang sudah koyak. Menyesal adalah
suatu ilmu bagi kita untuk mengungkapkan atas apa yang sudah lewat, ini
hanya dalam pengertianku saja karena aku tidak mengenal menyesal secara
akrab, sehingga siapapun orang atau lawan akan sesegera mungkin
menampakan rasa kasihan bahkan iba terhadap yang siapa berucap, hal itu
yang membuat aku jijik.

Seringkali aku terbuai akan frame itu,
sehingga tidak ada lah dalam perjalanan hidup ku ini menginginkan untuk
mengulang apa yang sudah lewat. Aku rasa hanya percuma saja soalnya
yang lewat itu sudah hilang, yang besok itu pasti akan terus datang
membrondong secara beruntun. Tak ada yang spesial, luar biasa, apalagi
sampai merasa amat sangat menggembirakan selama dalam perjalanan hidup
ku ini semuanya berlalu biasa saja tak ada kenangan, bukan berarti aku
tak pernah berkumpul dengan teman-teman lama.

Beberapa waktu
kemarin sempat saya bertemu dengan teman lama, di blokM tepatnya, dua
orang pria dan satu orang wanita. Kelihatan mereka sangat riuh
membicarakan masa-masa SMU dulu, tapi aku hanya diam. Aku pun tak luput
dari pembicaraan mereka, artinya aku ada kenangan yang dianggap waw
bagi mereka, kan? Tapi aku, tak bisa mengungkapkan apa-apa tentang
mereka, karena semua kuanggap biasa saja, bukan berarti aku tak bisa
mengingat apa yang telah mereka perbuat dulu, ingatku masih jernih.

Tak
pernah berharap jadi yang spesial, karena tak bisa memberikan sesuatu
yang spesial itu lah aku. Tak pernah menjadi yang spesial, karena aku
tidak pernah bisa menjadikan yang lain spesial bagi ku, itu lah aku.
Tak pernah mau mengukir kisah yang spesial, apalagi mau mendongengkan
kisah yang spesial, itu lah aku. Tidak ada pengalaman yang spesial
dalam hidup, mulai dari sekolah SD,SLTP,SMU,DIPLOMA, kerja pun telah ku
lalui di tiga tempat yang cukup lumayan dikenal orang, pertama di
Dompet Sosial Insan Mulia sebagai tenaga disain cetak saja, yang kedua
di Tabloid Wanita MonicA Palembang aku dijadikan Koordinator Artistik
waktu itu, pernah sempat join di Harian Umum Sumatera Ekspress tapi
hanya berlalu satu minggu saja, dan yang terakhir ini berada di Koran
Seputar Indonesia, yang katanya koran Nomor DUA di Indonesia yang aku
jalani sekarang aku berada disitu, ditambah lagi aku mendapat tugas
baru yang lain dari tugas kawan-kawan lain, hanya saja kedepan aku tak
tau akan berpindah kemana lagi. Yah….. tidak ada yang spesial sama
sekali kan? Semua mengalir apa adanya, menatap lurus kedepan hanya
cukup tengok kiri kanan saja, terus yang di belakang? Itu sudah lewat.
Maka jelaslah sudah Aku lah orang yang tidak pernah merasakan spesial
itu, Tapi aku tidak menyesal……….

—————————————————————————————————————-

KESABARAN

saat semua dipaksa harus BERSABAR
berarti sudah terjadi KETIDAKADILAN disana

saat semua diharuskan tetap BERSABAR
berarti sudah ada peristiwa KEANEHAN disana

saat semua diingatkan untuk BERSABAR
berarti sudah ada tindak KESEWENANGAN disana

saat semua diajarkan berlaku BERSABAR
berarti sudah ada usaha PENINDASAN disana

saat semua sudah mencoba untuk BERSABAR
berarti PERGERAKAN akan segera dimulai

patahkan lehermu ke KIRI
SABAR adalah awal dari PEMBERONTAKAN

(06 februari 2008)

BINGUNG PLUS BOSEN

January 25th, 2008 by djok
BERCERAI
Chairil Anwar

Kita musti bercerai
Sebelum kicau murai berderai.

Terlalu kita minta pada malam ini.

Benar belum puas serah menyerah
Darah masih berbusah-busah.

Terlalu kita minta pada malam ini.

Kita musti bercerai
Biar surya ?kan menembus oleh malam di perisai

Dua benua bakal bentur-membentur.
Merah kesumba jadi putih kapur.

Bagaimana ?
Kalau IDA, mau turut mengabur
Tidak samudra caya tempatmu menghambur.
(7 juni 1943)
—————————————————————————————————————-

BOSAN
semakin hari
semakin  ndak jelas
semakin bingung
semakin tenggelam
semakin penat
semakin mengeluh
semakin nyungsep

hidup dimakan rutinitas
maya hadir di benak
tidak ada kejelasan
hanya dijadikan pemuas
sekaligus pelumas

tidak ada harga
yang ada hanya rasa
berbuat selalu koreksi
bertindak untuk saksi

tidak ada yang berarti
spesial hanya dibuat mimpi
keinginan tampil di kamar mandi
(joko, 25 januari 2008)
—————————————————————————————————————–

KECEWA
menatap sekeliling hanya wajah sendu
yang terlihat, sedikit keceriaan
walau terkadang ada riuh kecil
suara cekikikan

sang bapak berdiri tegak
dengan gagah berarak
tak ingin bertemu anak
sang anak hanya minta ditanak

seberat inikah hidup
sampai-sampai kuncup
tak mau untuk hidup
jangan lihat!
terus tertunduk!
itu bukan bapakmu
(joko, 25 januari 2008)

AKU ORANG INDONESIA

January 24th, 2008 by djok

"Alon-alon wathon kelakon, gremet-gremet asal selamet"

Kalo
tidak salah itu pepatah yang sering di isyaratkan orang tua kepada
anak-anaknya. Dan biasanya itu pepatah sangat populer di kalangan ORANG
INDONESIA, Lho… lho… padahalkan itu bahasa jawa???? kok bisa
dikatakan orang indonesia???
Konon ceritanya dahulu kala di jaman
pendudukan VOC kata-kata yang paling terkenal ‘kompeni’ dan ‘inlander’
yang artinya dalam pandangan saya ‘penjajah’ dan ‘dijajah’, mengalir
lagi ke jaman pendudukan bangsa Jepang, yang paling terkenal itu
kata-kata ‘tabe’ yang saya artikan juga ’selamat datang penjajah’.

Tiga
setengah abad kita sudah dijajah oleh bangsa berkulit putih, dengan
kekuatan balatentaranya yang jelas tidak mengetahui adat istiadat
apalagi kebiasaan bangsa kita ini, kemudian kita dijajah lagi selama
tiga setengah tahun oleh bangsa kulit putih plus mata sipitnya yang
juga bukan dari rumpun bangsa kita, tapi sudah mulai mendekat kearea
nusantara kita ini, setelah sang jepang pulang kampung, apakah kita
sudah terbebas dengan penjajahan. Jawaban saya … TIDAK…
Kita
masih dijajah bangsa sendiri yang notabene memiliki adat istiadat dan
tata krama serta sopansantun yang tinggi yaitu bangsa JAWA. Saya secara
terang-terangan sangat membenci penjajah apalagi dari bangsa sendiri.

Mungkin
orang yang baru bertemu dan berkenalan dengan saya secara inisiatif
pribadinya sudah bisa menebak bahwa saya berasal dari Jawa, karena nama
saya dan nama orang tua saya sangat kental jawanya. ya.. JOKO
SUTRISNO…. jelas bukan batak apalagi ambon. Tapi saya hampir tidak
pernah mengakui kalau saya orang jawa, saya selalu mengakui kalau saya
berasal dari PALEMBANG dengan tabiat dan cirikhas orang PALEMBANG, yang
ngomong besar, perperilaku urakan kurang sopan tapi inilah saya JOKO
PALEMBANG, mungkin kalau ditempat kerja saya menyebut JOKO PALEMBANG
sebagian sudah pada tahu dan akan mengarah kepada saya.
Sudah
beberapakali saya ngobrol dengan orang ditempat kerja saya selalu
menggunakan bahasa jawa, tapi saya selalu menjawabnya dengan bahasa
indonesia. Bukan berarti saya tidak bisa berbahasa jawa atau mengerti
bahasa jawa, tapi saya hanya menunjukkan bahwa saya bukan orang jawa
saya orang Palembang, itu saja. Dan saya tidak mau dan di akan mau di
sebut orang Jawa, itu saja.
Dari bahasa pengaruhnya sangat besar
bung…, beberapa orang enggan untuk menghandle suatu pekerjaan karena
disekitar nya nanti banyak orang jawa dan berkomunikasi dalam bahasa
jawa, tapi ia tidak mengerti, itu saja alasannya, sederhanakan? Ini
Indonesia bung… Sulitkah berbahasa INDONESIA bukan ENDONESA.
Sudah berapa banyak presiden kita orang jawa, toh… hasilnya segini ini, mengapa orang diluar
jawa sangat sulit menjadi presiden atau pemimpin. Di Jakarta sendiri
pusat administrasi dan pemerintahan NKRIR ini mempunyai suku bangsa dan
orang asli, BETAWI namanya, bukan jawa.
Berapa banyak orang jawa di
wilayah Indonesia ini? banyak… banyak sekali bung… sehingga setiap
ibu sangat mendambakan para putrinya bisa disanding orang2 jawa itu.
Yah….
akhirnya saya hanya menghimbau untuk tetaplah dengan persatuan dan
kesatuan Indonesia, itu saja. Jawa bukan apa-apa bung…… Tapi ingat
tulisan ini bukan berarti saya malu kalau nama saya JOKO SUTRISNO, saya
hanya memperlihatkan bahwa nama JOKO SUTRISNO itu bukan orang JAWA tapi
orang SUMATERA tepatnya PALEMBANG.
seperti biasa saya tutup dengan sajak indah CHAIRIL ANWAR:

PENERIMAAN
Kalau kau mau kuterima kau kembali
Dengan sepenuh hati

Aku masih tetap sendiri

Kutahu kau bukan yang dulu lagi
Bak kembang sari sudah terbagi

Jangan tunduk! Tentang aku dengan berani

Kalau kau mau kuterima kembali
Untukku sendiri tapi

Sedang dengan cermin aku enggan berbagi.

(Maret 1943)

BOSS

January 23rd, 2008 by djok

"Kehidupan sekarang benar-benar membosankan saya.
Saya merasa seperti monyet tua
yang dikurung di kebun binatang dan
tidak punya kerja lagi.
Saya ingin merasakan kehidupan kasar dan keras …
diusap oleh angin dingin seperti pisau,
atau berjalan memotong hutan
dan mandi di sungai kecil …
orang-orang seperti kita ini
tidak pantas mati di tempat tidur
"


Itu bait penggalan dari sajak yang di buat soe hok gie, saya mulai coba
menelaah, apakah ini puncak dari kekecewaan seorang yang dicap tegar,
punya pendirian anti kemapanan, kritis tanpa batas ukuran, bergerak
hanya berdasarkan nyali yang disokong dari jiwa intelektualnya, atau
hanya seorang yang lemah tanpa daya di makan keadaan, di telaan
kepalsuan suasana, di tipu kejayaan sementara. Sehingga ia harus
berkata mundur dari dunia nyata, untuk kembali kedunia asalnya. Hanya
misteri yang di carinya.
Kepiluan juga mungkin sama seperti yang
saya rasakan saat ini, kebebasan tanpa batas belum dapat dirasakan,
walaupun aku sudah bersumpah tidak akan menuntut atas nama perut dan
rupiah. Yang aku minta penghargaan…. ya… cuma penghargaan….
walaupun bukan dalam bentuk rupiah dan bukan pula dalam bentuk acung
jempol setinggi langit, apalagi gema sorak sorai dibarengi aplause yang
menggelegar di tengah tanah lapang.
Bukan itu BOSS (panggilan untuk
orang yang saya hina), aku hanya butuh kenyamanan bukan kemapanan, aku
butuh ketenangan bukan rasa was was, aku butuh ekplorasi bukan muka
masam yang dipasang seram menatap para bawahan, aku butuh masukan
positif bukan teguran ejekan di tengah teman seprofesi, aku butuh
belaian bimbingan menjadi profesional bukan tamparan pedas dari ke sok
hebatan mu.
BOSS apa anda tidak pernah merasa jadi yang di bawah,
apakah anda tidak pernah merasa jadi yang tertindas, apakah anda tidak
pernah jadi di lecehkan, apakah anda tidak pernah mendapat perlakuan
yang memalukan di depan khalayak ramai.
Apalagi tuntutan yang perlu
engkau sampaikan BOSS, apalagi permintaan yang akan memberatkan buat
kami BOSS, apalagi yang kami harus lakukan untuk anda BOSS.
Apa
kami harus bersujud di bawah telapak kaki mu BOSS, Apa kami harus
meletakan muka kami sejajar dengan pantat kami BOSS, Apa kami harus
memasukkan jempol kaki kami kedalam hidung kami sendiri BOSS.
Setiap ide yang anda sampaikan, itu ide kami BOSS!, setiap usul yang
anda berikan, itu usul kami BOSS!, setiap usaha perbaikan yang anda
keluarkan, itu sudah lama kami elukan BOSS.
    Tapi apa balasan setimpal yang kami peroleh dari itu semua BOSS? apa BOSS?
Setiap ide kami selalu di anggap ketinggalan, padahal anda baru
mempelajarinya BOSS. Setiap usaha ekspresiff yang kami sampaikan,
selalu jadi cemoohan mu BOSS.
Satu hal yang kami tentang dari mu
BOSS, anda selalu berlagak seperti pemimpin yang tegas bila tampil di
depan BOSSmu BOSS! aku bosan dengan semua itu BOSS, kawan-kawan juga
sudah bosan dengan semua itu BOSS.
Apakah dengan kekerasan kami
harus melawan mu BOSS! saya rasa anda memiliki pengalaman lebih dari
kami BOSS, bagaimana anda dulu menjadi seorang bawahan yang tertindas.
Apakah ini ajang balas dendam? sama seperti yang dilakukan para senior
di lembaga pendidkan pemerintahan BOSS? sama seperti yang dilakukan
oleh para senior genk motor di bandung BOSS?
Kalau dengan
pengalaman anda bisa bertindak semena-mena, apakah anda tidak tau, anak
buah mu itu, mantan kepala bagian di tempatnya dulu. Apakah anda tidak
tau, anak buah mu itu, mantan mahasiswa yang berIPK tinggi. Apakah anda
tidak tau, anak buah mu itu, pernah memimpin organisasi BOSS. Apakah
anda tidak tau, anak buah mu itu memiliki potensi di bidang yang anda
tidak kuasai BOSS.
Di situ ada si fulan mantan ketua Senat
mahasiswa, di situ ada peraih IPK cumlaude, di situ ada ahli manajemen,
di situ ada seorang yang memiliki tingkat pemahaman sastra yang cukup
terpandang, di situ ada yang pernah mengajak massa untuk long march
menuntut keadilan.
    Akhirnya, aku harus tegaskan melalui sajak yang indah ini BOSS:

TENTANG SEBUAH GERAKAN
wiji thukul

tadinya aku pengin bilang:
aku butuh rumah
tapi lantas kuganti
dengan kalimat:
setiap orang butuh tanah
ingat: setiap orang!

aku berpikir tentang
sebuah gerakan
tapi mana mungkin
aku nuntut sendirian

aku bukan orang suci
yang bisa hidup dari sekepal nasi
dan air sekendi
aku butuh celana dan baju
untuk menutup kemaluanku

aku berpikir tentang gerakan
tapi mana mungkin
kalau diam?

akhirnya semua akan berteriak:

Suara-suara itu tak bisa dipenjarakan
di sana bersemayam kemerdekaan
apabila engkau memaksa diam
aku siapkan untukmu: pemberontakan!

January 21st, 2008 by djok

   SAJAK IBU
karya wiji thukul

    ibu pernah mengusirku minggat dari rumah
    tetapi menangis ketika aku susah
    ibu tak bisa memejamkan mata
    bila adikku tak bisa tidur karena lapar
    ibu akan marah besar
    bila kami merebut jatah makan
    yang bukan hak kami
    ibuku memberi pelajaran keadilan
    dengan kasih sayang
    ketabahan ibuku
    mengubah rasa sayur murah
    jadi sedap

    ibu menangis ketika aku mendapat susah
    ibu menangis ketika aku bahagia
    ibu menangis ketika adikku mencuri sepeda
    ibu menangis ketika adikku keluar penjara

    ibu adalah hati yang rela menerima
    selalu disakiti oleh anak-anaknya
    penuh maaf dan ampun
    kasih sayang ibu
    adalah kilau sinar kegaiban tuhan
    membangkitkan haru insan

    dengan kebajikan
    ibu mengenalkan aku kepada tuhan

    (Solo, 1986).

———————————-
IBU
karya aku

setiap orang pasti punya ibu
tapi setiap orang belum tentu
bisa menjadi ibu

setiap orang pasti punya ibu
tapi setiap orang belum tentu
menemukan pendamping yang
bisa menjadi seperti ibu

setiap orang pasti punya ibu
tapi setiap orang belum tentu
bisa membuat wanita menjadi seprti ibu
setiap orang pasti punya ibu

Pelajar, mahasiswa, pegwai, wartawan,
buruh, majikan, polisi, tentara, presiden,
bahkan nabi pun punya ibu
ya, setiap orang pasti punya ibu

aku ingin terus didekat mu ibu
aku ingin terus bersama mu ibu
aku ingin terus memeluk mu ibu
aku ingin terus melihat mu ibu
aku ingin terus dibelai mu ibu
aku ingin… aku ingin….

setiap orang pasti punya ibu
maafkanlah putramu ini ibu
putramu hanya mencari kehidupan ibu
bukan berarti putramu berpaling dari mu ibu

aku tahu setiap orang pasti punya ibu
ku mohon doa mu ibu

JANGAN LUPA KEKASIHKU

January 20th, 2008 by djok


tuhan…
kirimkan lah aku
kekasih yang baik hati….
yang mencintai aku
apa adanya…..

Mungkin
sebagian besar kita sudah tidak asing lagi dengan petikan lirik lagu
diatas. Ya… Munajat Cinta dari The Rock karyanya Dhani Ahmad.

Mungkin
sebagian besar kita selalu berfikir sama dengan petikan lirik lagu
diatas. Ya… Munajat Cinta dari The Rock karyanya Dhani Ahmad.

Mungkin
sebagian besar kita sering berharap seperti petikan lirik lagu diatas.
Ya… Munajat Cinta dari The Rock karyanya Dhani Ahmad.

Mungkin
sebagian besar kita akan mengeluarkan kata-kata yang sama seperti
petikan lirik lagu diatas. Ya… Munajat Cinta dari The Rock karyanya
Dhani Ahmad.

Mungkin sebagian besar kita akan mengelu-elukan
sabar sama seperti yang disyairkan petikan lirik lagu diatas. Ya…
Munajat Cinta dari The Rock karyanya Dhani Ahmad.

Mungkin
sebagian besar kita tidak bisa menutup diri mencari kesempurnaan sama
seperti yang disyairkan petikan lirik lagu diatas. Ya… Munajat Cinta
dari The Rock karyanya Dhani Ahmad.

Mungkin sebagian besar kita
dapat bertahan untuk mencari sama seperti yang disyairkan petikan lirik
lagu diatas. Ya… Munajat Cinta dari The Rock karyanya Dhani Ahmad.

Mungkin
sebagian besar kita selalu mencari kesempurnaan kekasih dengan
melantunkan sama seperti yang disyairkan petikan lirik lagu diatas.
Ya… Munajat Cinta dari The Rock karyanya Dhani Ahmad.

Mungkin
sebagian besar kita mampu untuk menunggu sama seperti yang disyairkan
petikan lirik lagu diatas. Ya… Munajat Cinta dari The Rock karyanya
Dhani Ahmad.

Mungkin sebagian besar kita selalu dan selalu
melantunkan sama seperti yang disyairkan petikan lirik lagu diatas.
Ya… Munajat Cinta dari The Rock karyanya Dhani Ahmad.

Mungkin
sebagian besar kita sering gagal sehingga kita pun melakukan sama
seperti yang disyairkan petikan lirik lagu diatas. Ya… Munajat Cinta
dari The Rock karyanya Dhani Ahmad.

Mungkin sebagian besar kita
lebih senang menanti sama seperti yang disyairkan petikan lirik lagu
diatas. Ya… Munajat Cinta dari The Rock karyanya Dhani Ahmad.

Mungkin
sebagian besar kita menolak ketidaksempurnaan yang sama seperti yang
disyairkan petikan lirik lagu diatas. Ya… Munajat Cinta dari The Rock
karyanya Dhani Ahmad.

Tapi Mungkinkah sebagian besar kita
tahu dan ingin seperti yang disyairkan petikan sajak kehidupan dibawah
ini. Ya… bukan Munajat Cinta dan bukan dari The Rock apalagi karyanya
Dhani Ahmad bukan sekali.

JANGAN LUPA KEKASIHKU
Karya Wiji Thukul

Jangan lupa kekasihku
Jika terang bulan
Kita jalan-jalan
Yang tidur di depan rumah
Di pinggir selokan
Itu tetangga kita kekasihku

Jangan lupa kekasihku
Jika pukul lima
Buruh-buruh perempuan
Yang matanya letih
Jalan sama-sama denganmu
Itu kawanmu kekasihku

Jangan lupa kekasihku
Jika kau ditanya siapa mertuamu
Jawablah yang menarik becak itu
Itu bapakmu kekasihku

Jangan lupa kekasihku
Pada siapapun yang bertanya
Sebutkan namamu
Jangan malu
Itu namamu kekasihku

Ya… Mari kita merenung bersama….
pengertian cinta itu hanya keadaan yang membuatnya
seperti kata kahlil gibran….
http://senimangoblok.blogspot.com/2007/12/cinta-kahlil-gibran.html

SEUMPAMA BUNGA DAN TEMBOK

January 14th, 2008 by djok

sebentar…. sebentar….
apa itu tadi…..
……
lho… ada juga yang kayak gini ya..
gila… gak bener nih…
…..
eh…. jangan-jangan kamu juga kiri ya….

Sepertinya
spontan saja rekan kerja saya mengeluarkan kata-kata itu, saat melihat
website yang kebuka di komputer saya pas dua hari yang lalu. Yah… www.rumahkiri.net yang kebuka saat itu, pas kebetulan benda buatan manusia itu lagi lelet. Jadi kebukanya amat sangat slow sekali, lalu pas saya tab
lagi yang keluar blog tentang ‘Wiji Thukul’, eh… dasar kotak kerja
goblok, di tab lagi yang keluar malah hasil browsingan lagu-lagu
folksongnya Joan Baez, lengkaplah sudah.
Lalu sebentar ia diam
dengan matanya masih memandang ke layar monitor, sekali-sekali menoleh
ke arah saya, mungkin banyak tanda tanya di benaknya mengenai saya.
Dan, lagi-lagi ia mulai mengeluarkan sedikit kata-kata yang sulit untuk saya jawab.
"Bener kamu juga kiri? waduh…"
Dengan berat hati dan juga rasa yang aneh di otak, saya langsung jawab.
"Gak tau mas, aku juga bingung. Rasional sih… emange napa mas?" balik tanya saya.
"Ndak…." jawabnya singkat sambil memasang headphone di telinganya.
Kejadian
itu walaupun berlangsung singkat, tapi tidak bisa hilang dalam pikiran
ku, ia mulai sedikit diam dan agak sinis kalau mulai memberikan tugas
atau listing berita pada saya.

Dalam beberapa situs di internet
saya coba untuk mencari jawaban mengapa kaum kiri selalu dipandang
sebelah mata, oleh sebagian orang di muka bumi ini. Mungkinkah ini
pertanda buruk?
Sedikit analisa dari saya secara akal sehat. Semua
mahluk di muka bumi ini semuanya diciptakan berpasang-pasangan satu
sama lainnya. Ada perempuan ada laki, ada pintu ada jendela, ada atas
ada bawah, ada belakang ada depan, begitu pula ada kanan dan ada juga
kiri kan…. Saya hanya
melihat keseimbangan yang cukup dinamis dan romantis di antara tiap
pasangan yang tercipta itu. Lumayanlah sekadar penambah ilmu dan
pengetahuan saya yang dangkal ini.
Ada satu sejarah menarik yang saya dapat dari perpustakaan tanpa batas, buku tanpa halaman itu, bahwa ada yang disebut
kiyai merah,
siapa dia? apa maknanya bisa disebut kiyai merah? maaf.. saya belum
bisa menerangkannya, karena saya masih coba untuk menggalinya lebih
dalam siapa beliau ini, mungkin di lain kesempatan saya bisa tuliskan
disini apabila saya sudah bisa mendapatkan segala sesuatunya untuk bisa
saya tumpahkan disini.
Tapi untuk sejarah kiri yang saya dapatkan,
itu terbentuk dijaman prancis tempo dulu dimana dalam sebuah
parlemennya pada waktu itu orang-orang yang duduk disebelah kiri itu
sangat bertentangan dengan keputusan sang raja, orang-orang inilah yang
selalu mencari bagaimana cara supaya kaum-kaum tertindas dapat dibela
di hadapan sang penguasa. (maaf kalau ada kesalahan).
Toh…. jelas
bagi saya kiri hanya diposisikan sebagai kaum orang-orang yang
membangkang dari keputusan sang penguasa, sehingga bagaimana cara sang
penguasa itu menghapuskan citra orang-orang tersebut. Akhirnya
didapatlah suatu pemikiran briliant dengan mengaitkannya dengan
sosialism dan komunism yang identik tidak mengakui nilai reliji dari
suatu agama apapun bagi kaum kiri ini.
Ironis sekali kita mulai
terjebak didalam suatu sistem bentukan para penguasa tempo dulu,
sampai-sampai tidak ada lagi yang melihat sisi baik untuk kaum kiri
ini. "sudah terpinggir masih mau digusur pula" itu kata-kata yang
pantas bagi kiri.
Sampai hari ini saya masih terus mencari info-info
tentang kiri dan kanan, sebagai referensi saya untuk memecah kebuntuan
di dalam pikiran saya sendiri.
"Mengapa Marx-ism? Mengapa Lenin-ism? Mengapa Sosial-ism? Mengapa Komuns-ism? Mengapa PKI-ism?"
perjuangan
saya belum selesai, sebagai penutup hari ini dan juga bisa dijadikan
sebagai renungan buat saya. dibawah ini karya terbaik bangsa dari
tangan penyair tersohor…

Wiji Thukul

PERINGATAN
Jika rakyat pergi
Ketika penguasa pidato
Kita harus hati-hati
Barangkali mereka putus asa
Kalau rakyat bersembunyi
Dan berbisik-bisik
Ketika membicarakan masalahnya sendiri
Penguasa harus waspada dan belajar mendengar
Bila rakyat berani mengeluh
Itu artinya sudah gawat
Dan bila omongan penguasa
Tidak boleh dibantah
Kebenaran pasti terancam
Apabila usul ditolak tanpa ditimbang
Suara dibungkam kritik dilarang tanpa alasan
Dituduh subversif dan mengganggu keamanan
Maka hanya ada satu kata: lawan!
——————————————————-

SAMPAI DI LUAR BATAS

Kau lempar aku dalam gelap
Hingga hidupku menjadi gelap
Kau siksa aku sangat keras
Hingga aku makin mengeras
Kau paksa aku terus menunduk
Tapi keputusan tambah tegak
Darah sudah kau teteskan
Dari bibirku
Luka sudah kau bilurkan
Ke sekujur tubuhku
Cahaya sudah kau rampas
Dari biji mataku
Derita sudah naik seleher
Kau menindas
Sampai
Di luar batas
————————————————-

BUNGA DAN TEMBOK

Seumpama bunga
Kami adalah bunga yang tak
Kau hendaki tumbuh
Engkau lebih suka membangun
Rumah dan merampas tanah
Seumpama bunga
Kami adalah bunga yang tak
Kau kehendakiadanya
Engkau lebih suka membangun
Jalan raya dan pagar besi
Seumpama bunga
Kami adalah bunga yang
Dirontokkan di bumi kami sendiri
Jika kami bunga
Engkau adalah tembok itu
Tapi di tubuh tembok itu
Telah kami sebar biji-biji
Suatu saat kami akan tumbuh bersama
Dengan keyakinan: engkau harus hancur!
Dalam keyakinan kami
Di manapun – tirani harus tumbang!
——————————————————–

Aku Masih Utuh dan Kata-kata Belum Binasa

aku bukan artis pembuat berita
tapi aku memang selalu kabar buruk buat
penguasa
puisiku bukan puisi
tapi kata-kata gelap
yang berkeringat dan berdesakan
mencari jalan
ia tak mati-mati
meski bola mataku diganti
ia tak mati-mati
meski bercerai dengan rumah
ditusuk-tusuk sepi
ia tak mati-mati
telah kubayar yang dia minta
umur-tenaga-luka
kata-kata itu selalu menagih
padaku ia selalu berkata
kau masih hidup
aku memang masih utuh
dan kata-kata belum binasa

COPA INDONESIA

January 13th, 2008 by djok



Akhirnya, keluar sebagai pemenang dari ajang paling bergengsi di dunia sepak bola Indonesia. Yah…. Laskar wong kito
lah yang jadi pemenangnya. Dengan susah payah bisa dimenangkan oleh SFC
tim dari kota kelahiranku. Walaupun, harus diselesaikan dengan drama
adu penalti dengan skor 4-1, dari 3 tendangan ke gawang SFC, 2
diantaranya berhasil ditepis oleh sang penjaga mistar.
Suatu
kebanggaan bagi saya pribadi, karena tim dari kota asal bisa melaju
sebagai pemenang, tapi sebenarnya yang paling saya banggakan bukan
hanya kemenangan SFC, tapi kemenangan seluruh tim di Indonesia.
Soalnya yang demikian ini lah yang bisa membangkitkan semangat nasional bangsa Indonesia sekarang dan di masa mendatang.

Sedikit
renungan yang cukup berarti tadi beberapa saat sebelum pertandingan
dimulai, banyak beberapa orang di sekitar saya sangat pesimis dengan
kemenangan yang akan diperoleh SFC, tapi kemudian berlalu saja.
Ternyata, di PSSI sendiri sudah menyiapkan skenario yang masyarakat
awam seperti saya dan ribuan suporter di Indonesia ini tidak tahu,
bahwa pertandingan antara SFC vs PERSIPURA ini memang sudah
direncanakan sebelumnya.
Sangat Ironis memang, kita sebagai penonton hanya dijadikan alat promosi saja.
Tapi
yang lebih ironis dan sangat menyayat bagi saya, ada sebagian orang
sepertinya tidak tertarik dengan pertandingan yang digelar di Stadion
Utama Gelora Bung Karno )SUGBK) ini, dan yang lebih memukul dan
menendang jiwa kebangsaan saya yang masih sebesar dan sekuat embrio
janin seekor nyamuk, bahwa di pojok-pojok ruang rokok di kantor ada
beberapa orang itu tidak membicarakan siapa yang bakal menang atau
siapa bakal pemain terbaik nantinya. Malah membahas pertandingan yang
di gelar negara-luar sana, kalau tidak salah dengar beliau-beliau itu
ngomong salah satu tim yang berjuluk setan merah di Inggris sana, yang
saya sendiri tidak begitu tahu apakah mereka pernah kesana atau tidak,
mungkin mereka ada pernah kesana kali ya….
Selesailah pertandingan
dengan kemenangan SFC hari ini, juga berita dan Fotonya telah hadir
pula di server kami, yang dijadikan Foto Utama di halaman belakang
media kami. Tampaknya persoalan tadi tetap masih membayang di benak
saya selama menyelesaikan pekerjaan, cukup mengganggu memang. "Coba
untuk bersabar, jok" kata hati kecil saya, sambil mengerjakan pekerjaan
yang tertunda tadi.
Semua telah selesai, PDF (file buat dicetak)
juga sudah dikirim. Dan, saya berusaha untuk juga menyelesaikan urusan
saya yang masih menggelayut tanpa jwaban tadi. Saya keluar sebentar
dari ruang kerja untuk melihat lagi sang pencinta bola luar negeri itu.
Sial…. mereka sudah tidak ada lagi di sana, tampaknya sudah pulang
dengan kepuasannya sendiri.
Untuk menghilangkan sedikit beban tadi, maka tersalurkan dengan menonton film hasil
unduhan saya dua hari kemarin.
Akhirul kalam… dari pencarian tadi dan…..
Saya
mulai tahu siapa mereka tadi, ternyata orang jawa dari kampung mana,
dan ternyata mereka juga memiliki KTP dari kampungnya itu. Dan saya
lihat lagi hasil scan dari KTPnya di server yang ternyata KARTU TANDA
PENDUDUK, jelaslah sudah pertanyaan saya kalau mereka itu
ORANG INDONESIA juga.
Tapi
timbul tanda tanya besar baru untuk mereka dan juga mungkin untuk
sebagian kita yang hidup, lahir, mencari makan dan juga berdomisili di
wilayah NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA RAYA. ‘
mengapa dan apa yang membuat sebagian kita tidak meyakini kemampuan bangsa sendiri?

saya sangat mengharapkan jawaban dari itu semua….
apakah saya termasuk orang yang bodoh…
Ahhhhhhhhh……… Muak…….
dasar
katek aguknyo galo, wong laen betandeng di tunggui sampe tengah dalu,
wong dewek yang bejuang dak katek nian raso simpatik, apolagi raso
bangganyo, NGACUMAKNYO GALO-GALO…… MENTAK PALAK UWAKNYO NIAN……

JOMBLO ITU PERIIIIH JENDRAL

January 12th, 2008 by djok

PERTEMUAN, TERTARIK, JANJI, PUTUS, LALU MERANA
"dua
insan saling bertemu lalu berkenalan satu sama lain……, dan pada
akhirnya mereka pun saling mengikat janji untuk menjadi sepasang
kekasih"

Sepengalan dari kisah percintaan ’si fulan’. Yang pada
umumnya telah dialami sebagian besar dari kerabat yang kita kenal.
Dimana semua nya hanya sekadar janji-janji belaka dan bersifat
temporary saja, tidak abadi.
Malahan, di sebagian kerabat kita hanya melihatnya dari sudut pandang syahwatnya saja.
Yah…., tapi itu kan pendapatku saja.
Maklumlah,
secara pribadi saya sendiri masih jomblo, dan kalau saya sendiri
menyebut diri saya sendiri dengan ‘ortila’ yang artinya ‘orang tidak laku’.
Dan dengan ketidaklakuan itu saya mencoba mengulas arti kejombloan saya sendiri, mengapa saya jomblo? apakah saya tidak pernah jatuh cinta?.
Mari
kita telaah secara mendetail lagi apa arti dari sebuah hubungan yang
dibentuk oleh sepasang muda-mudi (yang juga kerabat kita).

"Dek…
Kakak lama-kelamaan semakin sayang sama adek, tapi kakak sendiri tidak
tahu apa adek merasa sama, yah… kalaupun tidak terbalas tidak masalah
lah, minimal kakak sudah pernah merasa sayang ma adek dan bla… bla…. blaa….."
akhirul kalam
"maukah kamu jadi yang spesial untukku?"
dan sudah ketebak jawabannya
yang beruntung
"iya… kak adek juga sama ma kakak"
yang tidak beruntung
"maaf kak, kakak udah salah ngertiin perhatian adek"

Sebagai orang awam di bidang percintaan saya menarik satu benang merah yang menarik dari sepenggalan percakapan itu.
Akan saya bandingkan dengan suatu serahterima
dari sang bapak kepada bakal menantunya dengan menyerahkan sepenuh
jiwaraganya sang anak kepada bakal pendamping hidup sang anak juga
dibumbui ketegangan di hati dan kepala ketiga orang tersebut.
Tapi
apa… saya melihat ada suatu kesalahan dari aktivitas sakral yang saya
sebut prematur untuk mereka, dimana seharusnya semua itu tak akan
terjadi di saat dua orang melakukan percakapan mengenai hati tanpa
dihadirkannya dua orang saksi yang dengan lantang menyahutinya dengan kata-kata ’syah… syahh…. syahhhh’ dan yang  paling penting adalah yang menghulukannya.
Karena, semua hubungan yang dibentuk akan ada manfaat dan juga mudhoratnya bagi sang pelakon. Sadarkah saudari kita itu akan ucapannya, dengan mengiyakan
permintaan dari sang lelaki itu, akan menjerumuskan dia ke arah yang
lebih jauh lagi, terkadang timbul tindakan diluar akal sehat sebagai
mahluk berakal dan berintelektual tinggi, juga konon mengaku memiliki
agama dan tatakrama di muka bumi ini.
Maksudnya, perbuatan tidak
senonoh, menghalalkan hubungan badan tanpa dasar pernikahan. Kemudian
sampai pada akhirnya harus rela ditinggalkan salah satu darinya, terus
nangis…, terus merana…., terus mencari yang laen…..

Mungkin
inilah jawaban buat kawan-kawan yang sering menanyakan mengapa saya
sampai hari ini lebih senang hidup tanpa diganggu pekikan sms dan
dengungan dering handphone yang tidak lain dan tidak bukan kalo di
lihat dan di dengar isinya hanya kata-kata manja dari seorang wanita
yang mengaku tegar.
Buat saya inilah penghargaan yang terbesar bagi
seorang wanita terhormat, hanya boleh dimiliki oleh seorang lakilaki
yang juga mempunyai keberanian untuk mengakui langsung kepada sang
bapak, bukannya secara diam-diam ngomong tanpa sepengetahuan sang bapak.

Dan satu pertanyaan kawan yang tidak bisa saya jawab adalah
"sampai kapan jok?"
mungkin akan saya jawab apabila saya sudah siap untuk menjawabnya.

salam pembebasan kepada semuanya
ingatlah… perubahan hanya kita yang membuat bukan lingkungan
tapi revolusi bukan pemberontak yang menciptakan tapi penguasa lah yang melahrkanya

http://senimangoblok.blogspot.com/

PELAJARAN BAGI SANG BUAH HATI

January 10th, 2008 by djok

Jangan
lah kalian mengeluh dan merengek-rengek terus menuntut ini dan itu
dengan cengengnya, kemiskinan kalian gunakan sebagai alasan, dan urusan
makan selalu menjadi dalihmu.
Hidup bukan cuma untuk makan!


yah….
itu lah kata yang harus saya sampaikan pada kesempatan kali ini. Saya
tidak tahu, apa yang ada di otak para ibu-ibu di samping itu. Dengan
beramai-ramai turun kejalan tanpa memikirkan ‘apa kata dunia’.
Satu pertanyaan yang ada di benak saya saat melihat foto ini, "Apakah ini emansipasi, yang dielu-elukan Kartini?"
Turun
ke jalan dengan menghilangkan kodratnya sebagai wanita ‘muslimah’,
karena sepanjang sepengetahuan saya, wanita muslimah itu tidak akan
mempertontonkan ‘aurat’-nya.
Dengan berteriak-teriak di jalan, saya beranggapan itu sudah menjadi pelanggaran terhadap hukum agamanya yang dianut.

Masya Allah….
Suara,
bagi seorang wanita muslimah itu adalah Aurat yang harus di jaga jangan
sampai membuat kaum lawan jenisnya itu tergoda apa lagi menangis.

Tapi
kalau dilihat dari foto ini bukan main, semangatnya untuk mencari
keadilan, dengan menyuarakan hak dan keinginannya. Ia turun ke jalan
sembari membawa putra-putri mereka yang masih balita tanpa harus tahu
apakah putra-putrinya itu mau ikut turun ke jalan bersama ’sang ibu’.
Akhirnya mengalir lagi pertanyaan yang baru yang juga membuat saya malu sebagai seorang Muslim.
"Kemana para kaum pria (muslim) nya?"
"Apa sang suami/ayah/kakak/adik dari para wanita berkerudung ini mengizinkan?"
"Apakah sang suami/ayah/kakak/adik dari para wanita berkerudung ini tahu kelakukannya?"
"Apakah ini cara terbaik mendidik putra-putrinya mengenai pelajaran demokrasi?"
sampai
akhirnya kita harus mengerutkan kening, mengurut-urut kepala, dan
menatap dengan tajam atas tindakan para ibu-ibu berkerudung ini, sambil
berkata dalam hati.
"Terus siapa yang akan memasak di rumah?"Demo_goblok